Salam Arsitektur

Showing posts with label KAMPUS. Show all posts
Showing posts with label KAMPUS. Show all posts

Monday, 16 September 2013

Kuliah Umum Arsitektur oleh Dr. Ir. Arya Ronald

Kuliah Umum Arsitektur Universitas Tadulako
Tema: Rumah Adat, Ilmu Bangunan, dan Arsitektur
Pembicara: Dr. Ir. Arya Ronald
"Arsitektur merupakan bagian dari karya budaya manusia dalam bentuk lingkungan buatan, Manusia di manapun mereka berada, baik langsung maupun tidak langsung atau sadar maupun tidak sadar, membutuhkan kehadiran arsitektur"


Mengundang dengan hormat. Anggota Ikat, Hima Art'lie dan mahasiswa Jurusan Arsitektur Untad.(Ketua Jurusan Teknik Arsitektur)

Friday, 19 April 2013

Melalui Layanan Online, Untad Siap Kejar Kemajuan


Untuk menyelenggarakan sistem layanan pendidikan yang semakin bermutu, Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan Sosialisasi Layanan Online. Sosialisasi itu merupakan tonggak awal penyelenggaraan layanan online di Untad secara menyeluruh.Kegiatan itu diselenggarakan pada Selasa (26/02), di Auditorium Fakultas Teknik.

     Ketua Penyelenggara, Ir H Andi Hasanuddin Azikin M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa layanan online itu erat kaitannya dengan pelaksanaan kurikulum. Sistem layanan itu, lanjut Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Pengawasan (Warek Canwas) itu, dapat mengantisipasi beban kerja lainnya. Baik itu beban kerja yang ditanggung dosen, maupun pegawai di lingkungan Untad. Sebagai contoh, penyebaran undangan tidak lagi menggunakan kertas, tetapi melalui sistem online yang dapaat diakses oleh seluruh dosen dan pegawai.
Software itu juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di setiap fakultas dan unit. Sekali lagi, layanan IT ini dapat mempercepat kerja dan mempercepat penyebaran informasi di setiap unit,” jelas Warek Canwas.
     Meninjaklanjuti hal tersebut, masing-masing unit harus memberitahukan software yang dibutuhkan. Hal itu sangat penting, agar software yang diberikan benar-benar termanfaatkan sesuai dengan format kebutuhan, sehingga setiap unit dapat langsung menggunakan dan memanfaatkan tanpa harus memodifikasinya lagi.
     Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS., dalam sambutannya mengatakan bahwa sistem layanan online di Untad harus ditingkatkan. Hal itu wajib dilakukan agar Untad dapat sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang sudah maju dalam hal IT.
Untad harus mengejar kemajuan, bukan lagi mengejar ketertinggalan. Perlu komitmen kita bersama untuk mewujudkannya,” kata Prof Basir.
     Sistem layanan online, lanjut Prof Basir, jika sudah berjalan secara menyeluruh, maka mahasiswa dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS)-nya dari rumah masing-masing atau dari tempat terdekat yang memiliki layanan internet. Pengisian itu, tentu saja dengan catatan bahwa mahasiswa telah melunasi pembayaran SPP-nya, karena akan ada sistem proteksi bagi mahasiswa yang telah melunasi dan belum melunasi.
Untuk mempersiapkan layanan tersebut, Untad akan menambah kapasitas bandwith-nya dari 50Mbps menjadi 100Mbps.

Namun, jika dibandingkan dengan perguruan tinggi maju, kapasitas itu belum seberapa. ITS bahkan sudah mencapai 27Gbps. Tetapi, Untad tidak perlu berkecil hati, perlahan namun pasti, kami akan selalu memperhatikan dan mendukung segala upaya demi kemajuan Untad,” kata Rektor.
     Rektor juga menekankan bahwa software dan sarana pendukung lainnya akan menjadi prioritas di tahun 2013 ini. Dijadikan prioritas karena pada tahun ini, Untad akan menyambut penggunaan IT Center yang sementara dalam tahap perampungan. IT Center itu, lanjut Rektor, merupakan IT Center termegah di kawasan Indonesia Timur.
Jangan kita berbangga dengan kemegahan itu. Tapi kita perlu belajar dan meningkatkan pengetahuan kita semua terhadap IT, agar dapat memanfaatkan layanan online dan menyempurnakan kemegahan itu,” harap Prof Basir.
     Rektor juga menyinggung tentang pembangunan yang terus digalakkan di Untad. Pembangunan yang dilakukan, kata Prof Basir, semata-mata demi kemajuan Untad. Ibarat bayi, Untad terlebih dahulu mempersiapkan raga. Raga itu berupa pembangunan dan penyempurnaan sarana fisik. Jika raga itu telah tersedia dengan baik, maka akan disempurnakan dengan jiwa. Dalam hal ini, jiwa itu berupa pembenahan layanan, dan salah satunya sistem layanan online ini yang menyentuh aspek kurikulum dan sistem layanan pendidikan.
     Sistem layanan tersebut, kata Prof Basir, juga dapat diakses untuk melihat nilai mahasiswa. Terkait proses penilaian, pimpinan Untad akan memberikan penghargaan kepada dosen yang tepat waktu dalam menyetorkan hasil penilaian ujian mahasiswa.
Jika dosen dapat menyetorkan nilai tepat waktu, maksimal seminggu setelah mata kuliah diujiankan, dosen akan diberikan renumerasi (penghargaan). Penghargaan itu diberikan dan dihitung per dosennya, sebesar satu juta rupiah. Saat ini sedang digodok dan dipersiapkan anggarannya, juga regulasinya,” tegas Rektor.
     Dalam sosialisasi tersebut, setelah pembukaan oleh Rektor, dilanjutkan dengan pemaparan materi program layanan online oleh UPT TIK Untad. Prof Damri M.Sc. Agr., Ph.D., selaku Kepala UPT TIK, dalam pemaparannya mengatakan bahwa jaringan di Untad telah tersedia dan siap dimanfaatkan. Fiber optik, kata Prof Damri, sudah ada hingga ke setiap fakultas, kecuali Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan), karena merupakan fakultas baru.
Namun, tetap kami akan upayakan agar diber optik juga sampai ke Fapetkan,” kata Prof Damri.
Dengan bandwith saat ini yang sebesar 50Mbps, tersedia 80 titik hotspot di Untad, dengan pengguna (user) kurang lebih 1000 orang per hari. Server yang ada, lanjut Prof Damri, berjumlah 51 buah, dan yang aktif berjumlah 25 buah, sisanya belum digunakan.
Layanan online Untad saat ini berupa websites, Sistem Informasi Akademik, e-Journal, e-library, e-learning, e-mail, could storage, dan blog. Dan semua layanan itu harus dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika dan mahasiswa Untad,” jelas Prof Damri. (Tq)

Sumber : Media Tadulako

Saturday, 13 April 2013

Air Mancur Simbol Kesejukan di Khatulistiwa

 

     Optimisme terus digaungkan oleh pimpinan Universitas Tadulako (Untad). Bertempat di Taman Untad depan Gedung Rektorat, pada Senin (18/3), diselenggarakan peresmian penggunaan hasil pembangunan di Untad sepanjang tahun 2012 silam.

    Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS., dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan simbolisasi dari diresmikannya penggunaan bangunan dan infrastruktur yang dibangun sepanjang tahun 2012. Pemilihan tempat di Taman Untad, semata-mata dilakukan dengan mempertimbangkan adanya air mancur yang juga diresmikan.

“Air mancur ini sebagai simbol kesejukan di perguruan tinggi yang kita cintai ini,” tandas Prof. Basir.
 
    Pemilihan simbolik itu, lanjut Rektor, juga mempertimbangkan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilintasi garis khatulistiwa. Adanya bentangan khatulistiwa itu, tentu saja membuat temperatur udara lebih panas dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Jadi air mancur ini diharapkan dapat menjadi penyejuk. Olehnya, pimpinan Untad, para dosen, dan pegawai, wajib menghadirkan kesejukan kepada mahasiswa, juga kesejukan persaudaraan, selayaknya kesejukan yang disimbolkan dengan air mancur ini,” jelas Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian itu.

    Rektor juga menitipkan pesan agar fasilitas yang telah terbangun dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Apalagi, taman Untad beserta air mancur yang ada, bukan lagi sekadar kebanggaan Untad sendiri, melainkan sudah menjadi kebanggaan masyarakat Sulteng. Hal itu dibuktikan dengan ramainya pengunjung dari berbagai daerah yang menyempatkan diri untuk sekadar berfoto dan bersantai di Taman Untad pada sore hari.

“Hal itu di luar perkiraan kami. Ternyata menjadi objek wisata, dan tentu saja kebanggaan. Olehnya, diharapkan dapat dipasang rambu-rambu dan penjagaan untuk mengatur pengunjung agar dapat tertib, sehingga fasilitas yang ada dapat terawat dengan baik,” harap Rektor.

    Setelah penyampaian sambutan, didampingi oleh Ketua Dewan Pertimbangan beserta seluruh wakil rektor, secara bersama Rektor menekan tombol sirene tanda diresmikannya air mancur Untad beserta seluruh infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya. (Tq)

sumber : Media Tadulako

Rektor: Kita Bangga jadi Orang Untad


    Genap dua tahun Universitas Tadulako (Untad) dinahkodai oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS. Menandai hal itu, digelar Silaturrahim Dua Tahun Masa Jabatan Rektor Universitas Tadulako, yang dilaksanakan di Hotel Santika, pada Kamis (7/3).

    Hadir dalam acara tersebut seluruh Wakil Rektor, Ketua Dewan Pertimbangan, Ketua Satuan Pengawas Internal, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan dan Wakil Direktur, para Kepala Lembaga, Kepala Pusat, Kepala Biro, Ketua-Ketua Jurusan, para Koodinator Program Studi, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian dalam lingkungan Universitas Tadulako.

    Rektor Untad, saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa silaturrahim tersebut bukan untuk menyampaikan capaian kinerja dan kemajuan-kemajuan yang telah dilaksanakan. Namun, silaturrahim itu semata-mata untuk berbagi rasa, sekaligus memaparkan kembali cita-cita yang akan diwujudkan di Untad dua tahun ke depan.

“Maka, yang akan didiskusikan di sini adalah cita-cita ke depan untuk pengembangan Untad,” kata Rektor.

    Dalam pemaparan yang diberi tema “Menilik Renstra, Memotret Implementasi”, Rektor mengistilahkan bahwa silaturrahim itu berbingkai S-T-M. S itu, kata Rektor, adalah Syukur kepada Allah SWT, atas segala kenikmatan dan anugerah yang diberikan sehingga diberi kekuatan dalam mengemban amanah memimpin Untad. Selanjutnya, T adalah Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada segenap civitas akademika Untad atas segala dukungan dan kerja keras di segala lini untuk mendukung kemajuan Untad.

“Dan M itu, Mohon maaf jika dua tahun ini belum sesuai harapan,” kata Prof. Basir.

    Dua tahun yang terlewati, dan dua tahun yang tersisa, lanjut Rektor, dapat diibaratkan juga sebagai dua T, yang disebut Rektor sebagai simbol kesahajaan. Dua T juga, kata Rektor, untuk memperkokoh dua tulang agar dapat mengemban amanah itu dengan baik. T pertama, adalah tulang punggung atau amanah.

“Tulang punggung itu diartikan sebagai amanah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Kita harus menguatkan tulang punggung itu, agar amanah yang dipegang dapat dilaksanakan dengan baik,” lanjut Rektor.

    T yang kedua yang harus diperkuat, jelas Rektor, adalah tulang dada. Tulang dada ini berkaitan dengan sisi emosional. Olehnya, dengan memperkuatnya, diharapkan dapat menahan diri atau istiqomah terhadap segala godaan, kritikan, cacian, hingga kesewenang-wenangan.

    Terhadap godaan tersebut, kata Rektor, jangan sampai sedikit pun tergoda untuk melakukan segala sesuatu yang melanggar hukum, yang dapat merusak citra dan nama baik pribadi dan institusi. Civitas akademika juga harus kuat menerima kritikan bahkan cacian. Jangan sampai, karena kritikan dan cacian itu menjadi dendam berkepanjangan, sehingga dapat merusak dan mengganggu kinerja dalam menjalankan tugas dan kewajiban.
“Juga jangan sampai bersikap sewenang-wenang. Kita harus melayani dengan senyum,” jelas Rektor penuh arti.

Rektor juga menyampaikan harapannya agar segera dilakukan penguatan data, baik data akademik, administrasi, data dosen, data mahasiswa, dan segala data lainnya. Penguatan data itu, kata Rektor, sangat penting dilakukan, agar mudah dilakukan evaluasi dan segala aspek yang berkaitan dengan kepentingan data itu.

“Jadi jika ada yang bertanya banyaknya jumlah dosen kepada pegawai yang satu, akan sama juga jawaban yang diberikan jika bertanya kepada pegawai yang lainnya. Itu dapat terjadi jika data yang ada benar-benar akurat,” tegas Rektor.

    Rencana Strategis (Renstra) Untad akan terus dikawal oleh pimpinan universitas, dalam hal ini dikoordinasi langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Pengawasan (Warek Canwas) Ir. H. Andi Hasanuddin Azikin, M. Si. Juga akan diarahkan oleh masing-masing warek yang membidanginya.

    Dalam bidang kepegawaian, administrasi, dan keuangan, akan dikawal langsung oleh Warek Bidang Umum dan Keuangan  (Biduk), Prof. Dr. Syahir Natsir, SE., M. Si. Ke depan, setiap fakultas dan semua unit-unit di Untad, akan diberikan kebebasan dalam mengatur sesuatu dalam ranahnya. Intervensi harus dan akan diminimalkan, tetapi dengan catatan penting, harus sesuai dengan koridor dan aturan yang ada.

    Integritas juga harus dimiliki dalam tatakelola tersebut. Integritas itu dibagi menjadi dua hal penting, yaitu akuntabilitas dan transparansi. Dua hal pokok itu harus dipegang teguh dan dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas, agar tidak melenceng dari aturan yang ada.

    Terkait dengan pendidikan dan pembelajaran, tugas ini akan dikawal langsung oleh Warek Bidang Akademik (Bidak), Prof. H. Hasan Basri, MA., Ph. D., dan Kepala Lembaga Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP), Dr. Muhammad Nur Ali, M. Si. Proses akademik, lanjut Prof. Basir, harus berjalan dengan baik dan terencana, agar Untad dapat menghasilkan luaran yang siap pakai dan bermutu.

    Penguatan pendidikan juga harus memperhatikan untuk peningkatan kualitas dosen. Saat ini, kata Rektor, sesuai data yang ada, 60 persen dosen Untad berada dalam usia produktif, yang digolongkan berusia antara 41 sampai 55 tahun. Tingginya angka itu harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan atmosfir akademik yang bermutu. Rektor juga menyinggung bahwa dosen Untad yang berusia di bawah 40 tahun dan bergelar magister harus dipacu dan didorong untuk segera menempuh pendidikan doktor. Diharapkan, dosen dalam usia itu belum dibebani tugas tambahan oleh atasan, kecuali di beberapa fakultas tertentu.

“Kami juga mendorong dosen S-1 untuk segera menempuh pendidikan magister di Untad ini. Silakan mendaftar, kami akan menyediakan beasiswa untuk tunjangan pendidikan itu. Dan saya menitipkan amanah itu kepada Direktur Pascasarjana untuk mendorong dosen S-1 agar dapat segera menyelesaikan magisternya sebelum 2014 berakhir,” kata Rektor dalam pemaparannya.

    Rektor juga mengharapkan kepada Warek Bidang Kemahasiswaan (Bima), Asmadi Weri, SH., MH., agar dapat terus membina mahasiswa Untad, sehingga suasana akademik dapat berjalan dengan baik. Pembinaan mahasiswa, dalam hal ini pembinaan karakter yang gencar dilakukan, diharapkan dapat menjadikan mahasiswa Untad menjadi mahasiswa yang kokoh sesuai dengan nilai karakter yang ada.

    Penguatan jaringan dan kerjasama, lanjut Rektor, akan dikawal langsung oleh Warek Bidang Pengembangan dan Kerjasma, Prof. Ir. Zainuddin Basri, Ph. D., dan Kepala Pusat Internasional Untad, Prof. Mery Napitupulu, M. Sc., Ph. D. Jaringan atau networking yang ada, akan tidak berarti apa-apa jika tidak dilakukan kerjasama atau kolaborasi. Untuk mencapai itu, harus ada konektivitas yang kuat, akses yang mumpuni, dan kerja nyata sebagai usaha untuk mewujudkannya.

    Selain itu, juga akan dilakukan pengembangan dan penataan sarana dan prasarana di Untad. Aspek itu, kata Rektor, harus diperhatikan dengan baik agar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung proses perkuliahan dan proses pendukung lainnya.

    Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah bersama-sama berjuang membangun dan memajukan Untad. Juga ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas segala kepercayaan yang diberikan, kepada Komandan dan anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Untad atas partisipasi dalam menjaga Untad, kepada petugas kebersihan yang telah berjuang untuk memperindah Untad, kepada tukang ojek yang telah menyediakan fasilitas angkutan bagi mahasiswa, kepada pemilik kantin yang telah menyediakan kebutuhan bagi civitas akademika dan mahasiswa, dan kepada seluruh masyarakat atas segala kepercayaan yang diberikan.

    Tak lupa, kata Rektor, ucapan terima kasih terdalam bagi pemimpin terdahulu, para rektor sebelum saya yang telah membangun dan menancapkan tonggak kejayaan Untad.

Terakhir, obsesi terindah saya adalah, Bila Kita Semua Berkata, Saya Bangga jadi Orang Untad,” tutup Prof. Basir disambut gemuruh tepukan tangan dari hadirin. (Tq)

sumber: Media Tadulako

Thursday, 11 April 2013

Syukuran Jurusan Teknik Arsitektur


   Syukuran Jurusan Teknik Arsitektur merupakan acara silaturahmi dan ucap syukur atas telah selesainya pembangunan gedung kelas baru untuk mahasiswa jurusan teknik arsitektur Universitas Tadulako.
    Rektor UNTAD yaitu bpk. Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS. ikut serta hadir dalam acara ini dan kemudian sekaligus memberikan pidato mengenai pembangunan di Universitas Tadulako.
   Acara ini dilaksanakan di gedung Jurusan Teknik Arsitektur pada jam 12 siang. Acara ucap syukur ini jua dirangkaikan dengan santap siang bersama. 

Popular Posts

Categories

Blog Archive

COMMUNITY SERVICE atau pengabdian masyarakat tki-mai XXXIV merupakan perwujudan manifesto ARSITEKTUR nusantara dan archilpelago concept ya...